Penajaman Citra(Sharpening)

Pertemuan kali ini saya akan membuat tentang penajaman gambar dengan menggunakan Opencv. Pertama kali saya akan membahas tentang Opencv, Opencv adalah library Image Processing berbasis bahasa C++. OpenCV digunakan oleh banyak developer, scientist, dan programmer untuk mengembangkan sebuah program pattern recognition
Untuk membuat program dengan menggunakan Opencv kita menggunakan program bantuan yaitu Microsoft Visual Studio, dan pada pembuatan Website ini saya menggunakan Microsoft Visual Studio 2010. Sebenarnya Opencv itu hanya menjadi support dalam pembuatan website ini, sedangkan program utama kita mengkodingnya adalah di dalam Microsoft Visual Studionya.
 Saya akan menerang kan tentang penajaman pada gambar. Penajaman Citra ini bertujuan untuk Memperjelas Tepi Object pada pencitraan, dan Pelembuatan pada Object. Sedangkan metode yang saya gunakan untuk membuat penajaman citra disini adalah dengan menggunakan metode Penapis Lolos Tinggi (High Pass Object), pada metode ini Koefisien Filter boleh positif, Negatif atau Nol (0) dan Jumlah sema koefisien Nol (0) atau Satu (1). Penajaman Citra ini juga biasanya disebut dengan sebutan Edge Sharpening


Penajaman juga mempunyai 2 perbedaan yaitu Penajaman Citra dan Penajaman Laplaciar.


#include <opencv\cv.h>
#include <opencv\highgui.h>
#include <WINDOWS.H>
#include <iostream>

using namespace cv;
using namespace std;
void unsharpMask(Mat& im)
{
    Mat tmp;
    GaussianBlur(im, tmp, cv::Size(5,5), 5);
    addWeighted(im, 1.5, tmp, -0.5, 0, im);
     
}
int main(){
      /* webcame
      Mat image;
      VideoCapture cap;
      cap.open(0);
      Sleep(1000);
      namedWindow("window",1);
      while(1){
            cap>>image;
            imshow("window",image);
            waitKey(33);

      }
      */
      Mat img,imgOri, imgLaplacian, imgResult;

    //------------------------------------------------------------------------------------------- test, first of all
    // now do it by hand
    img = (Mat_<uchar>(4,4) << 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,0,11,12,13,14,15);

    // first, the good result
    Laplacian(img, imgLaplacian, CV_8UC1);
    cout << "let opencv do it" << endl;
    cout << imgLaplacian << endl;

    Mat kernel = (Mat_<float>(3,3) <<
        0,  1, 0,
        1, -4, 1,
        0,  1, 0);
    int window_size = 3;

    // now, reaaallly by hand
    // note that, for avoiding padding, the result image will be smaller than the original one.
    Mat frame, frame32;
    Rect roi;
    imgLaplacian = Mat::zeros(img.size(), CV_32F);
    for(int y=0; y<img.rows-window_size/2-1; y++) {
        for(int x=0; x<img.cols-window_size/2-1; x++) {
            roi = Rect(x,y, window_size, window_size);
            frame = img(roi);
            frame.convertTo(frame, CV_32F);
            frame = frame.mul(kernel);
            float v = sum(frame)[0];
            imgLaplacian.at<float>(y,x) = v;
        }
    }
    imgLaplacian.convertTo(imgLaplacian, CV_8U);
    cout << "Laplacian" << imgLaplacian << endl;

    // a little bit less "by hand"..
    // using cv::filter2D
    filter2D(img, imgLaplacian, -1, kernel);
    cout << imgLaplacian << endl;


    //------------------------------------------------------------------------------------------- real stuffs now
    img = imread("sample.jpg", 0); // load grayscale image
      imgOri = img;
    // ok, now try different kernel
    kernel = (Mat_<float>(3,3) <<
        1,  1, 1,
        1, -8, 1,
        1,  1, 1); // another approximation of second derivate, more stronger

    // do the laplacian filtering as it is
    // well, we need to convert everything in something more deeper then CV_8U
    // because the kernel has some negative values,
    // and we can expect in general to have a Laplacian image with negative values
    // BUT a 8bits unsigned int (the one we are working with) can contain values from 0 to 255
    // so the possible negative number will be truncated
    filter2D(img, imgLaplacian, CV_32F, kernel);
    img.convertTo(img, CV_32F);
    imgResult = img - imgLaplacian;

    // convert back to 8bits gray scale
    imgResult.convertTo(imgResult, CV_8U);
    imgLaplacian.convertTo(imgLaplacian, CV_8U);

      namedWindow("original", CV_WINDOW_AUTOSIZE);
    imshow( "original", imgOri );

   // namedWindow("laplacian", CV_WINDOW_AUTOSIZE);
    //imshow( "laplacian", imgLaplacian );

    namedWindow("result", CV_WINDOW_AUTOSIZE);
    imshow( "result", imgResult );

    while( true ) {
        char c = (char)waitKey(10);
        if( c == 27 ) { break; }
    }
      return 0;
}

Setelah mengcopy paste codingan diatas kita sekarang akan mengonfigurasis settingan debuging dan release dengan cara Project -> (Nama Project)Propertys setelah itu masuk ke menu Linker -> Input.Pertama saya akan mengubah release terlebih dahulu dengan cara masuk kedalam configuration manager -> Ubah Solution Active menjadi Release setelah itu kita masukan codingan lagi kedalam Additional Depedencies.  
opencv_features2d246.lib
opencv_highgui246.lib
opencv_core246.lib
opencv_imgproc246.lib
opencv_ml246.lib
opencv_objdetect246.lib
opencv_video246.lib
opencv_contrib246.lib
opencv_calib3d246.lib



Ssekarang kita akan mengconfigurasi Debug dengan cara yang sama dengan release tetapi diubah terlebih dahulu pada Solution Activenya menjadi Debug.
opencv_features2d246.lib
opencv_highgui246d.lib
opencv_core246d.lib
opencv_imgproc246d.lib
opencv_ml246d.lib
opencv_objdetect246d.lib
opencv_video246d.lib
opencv_contrib246d.lib
opencv_calib3d246d.lib
 
  Setelah itu kita akan mengconfigurasi alamat folder pada tools dengan cara Tools -> Option -> Project and Solution -> VC++ Direktories -> Library Files
New Line -> dan beri tambahan seperti ini C:\opencv\build\x86\vc9\lib
  Setelah itu kita ubah lagi tetapi kali ini di include file.
Dengan menambahkan : C:\opencv\build\includedan C:\opencv\include\opencvi
  Setelah itu kita copy paste image kita kedalam folder opencv kita yang berada pada direktor : C:\Opencv\samples\cpp.
   Langkah selanjutnya dengan mengcopy image kita ke dalam folder  Visual Studio kita yang berda di direktori : C:\Users\(nama Komputer)\My Document\Visual Studio 2010\(nama project).
   Setelah itu baru kita Debuging dengan cara Klik F5 atau dengan cara Debug -> Start Debunging.

Outputnya :

Nama Kelompok :
Zakie Zakaria (58410823)
Mohammad Iqbal Aristya (54410480)
Kelas : 4ia11

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Mengatur Jarak Spasi Antar Text



Mengatur Jarak Spasi Antar Text


Perhatikan contoh tampilan berikut ini:



Pada judul heading terlihat bahwa antar kata dan huruf terdapat jarak tertentu. Jarak tersebut diatur dengan menggunakan properti sbb:
word-spacing : jarak; letter-spacing : jarak; 
Properti  pertama di atas di gunakan untuk mengatur jarak antara kata,sedangkan yang kedua  untuk mengatur jarak  antar huruf.

Sebagai contoh, berikut ini code yang menghasilkan tampilan di atas.

<!DOCTYPE html PUBLIC "-//W3C//DTD XHTML 1.0 Transitional//EN" "http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dtd">
<html xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml">
<head>
<title>CSS Guide</title>
 <style type="text/css">
h1 {
word-spacing: 20px; letter-spacing: 15px;
}
 </style>
</head>

<body>

<h1>Ini Judul Heading</h1>

<p>Ini adalah paragraf 1. Ini adalah paragraf 1. Ini adalah paragraf 1. Ini adalah paragraf 1. Ini adalah paragraf 1. Ini adalah paragraf 1. Ini adalah paragraf 1. Ini adalah paragraf 1. Ini adalah paragraf 1. Ini adalah paragraf 1. </p>

<p>Ini adalah paragraf 2. Ini adalah paragraf 2. Ini adalah paragraf 2. Ini adalah paragraf 2. Ini adalah paragraf 2. Ini adalah paragraf 2. Ini adalah paragraf 2. Ini adalah paragraf 2. Ini adalah paragraf 2. Ini adalah paragraf 2. Ini adalah paragraf 2. </p>

</body>

Kelompok 6 :











  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Perencanaan membangun usaha restoran Jepang

Perencanaan Membangun Usaha Restoran Jepang



Bisnis membuka usaha restoran jepang merupakan salah satu bisnis yang meggiurkan.karena orang indonesia sangat suka sekali sama makanan jepang seperti sushi, okonomiyaki, takoyaki dll. rata rata lidah orang jepang sama dengan indonesia. Dalam perencanaan usaha restoran jepang tersebut terdapat tiga faktor yang harus diperhatikan, diantaranya adalah :

 

Modal dan Keuntungan

Modal awal yang dikeluarkan adalah biaya pembangunan restoran, di dalam restoran tersebut terdapat 1 dapur, 1 mussolah, 1 kamar mandi dll. Biaya pembangunan sekitar Rp.Rp.2.500.000.000, Setelah itu biaya interor untuk setiap ruangan seperti  kulkas, kompor gas, meja makan, mesin kasir dan lain sebagainya Rp.500.000.000.

Jadi rincian modal awal diperkirakan sebagai berikut :

Biaya pembangunan restoran     = Rp. 2.500.000.000
Biaya interior                                     = Rp.    500.000.000
                                                      _________________ +
Total Modal Awal                              = Rp. 3.000.000.000
Rincian keuntungan tahunan diperkirakan sebagai berikut :

a. Pemasukan
    harga makanan :   -  sushi                  =   Rp. 50.000 - 100.0000/pcs
                                         -   okonomiyaki  =   Rp.  75.0000/pcs
                                         -   Takoyaki          =  Rp.  50.000/pcs
                                         -   udon                   = Rp.  25.000/pcs
                                         -   Aneka jus          = Rp.  50.000/pcs
                                         -   Aqua Botol        = Rp. 5.000/pcs
                                          -  Es Tehmanis       =Rp. 2.500/pcs
                                          - Es Capucinno/milo =Rp. 3. 000/pcs
perbulan penghasilan sekitar Rp.  Rp.192.000.000

 
b. Pengeluaran
    Listrik dan air            : Rp. 1.500.000 x 12       = Rp.  18.000.000
    Gaji pegawai               : Rp. 1.500.000 x 12       = Rp.  18.000.000

c. Biaya Pengeluaran
   pompa air, kompor gas dll                                      = Rp.   8.000.000
                                                                                    ______________+
d. Total Pengeluaran                                                 = Rp.   44.000.000

e. Keuntungan Bersih/tahun                                   = Rp. 192.000.000
                                                                                         Rp.   44.000.000
                                                                                     ______________ -
                                                                                        Rp. 148.000.000
 
Lokasi 

Lokasi yang dipilih untuk membangun restoran jepang ini di daerah tebet karena lokasi retoran tersebut di samping sebelah toko baju distro kayak endors,bloop,nanonine dan lokasi tersebut sangat strategis tempatnya dengan para pengunjung.


Perekrutan Tenaga Kerja


Dalam perekrutan tenaga kerja disini saya menggunakan tenaga kerja yang dibayar bulanan. Saya merekrut pegawai yang bisa membuat atau memasak makanan jepang seperti sushi,okonomiyaki,takoyaki,udon dll. serta saya merekut pegawai sebagai pelayan dan kasir yang sesuai kriteria,

Tanggung Jawab Sosial


Tanggung jawab sosial kepada masyarakat adalah selalu menjaga kebersihan di retoran jepang tersebut  serta memberikan pelayanan terbaik kepada pembeli atau yang memesan makanan ke pada restoran jepang.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Fotografi

gan saya akan menjelaskan tentang fotografi, apakah anda sudah tau fotografi itu apa? kalo belum tau sebagai berikut :
  

Fotografi

Fotografi (dari bahasa Inggris: photography, yang berasal dari kata Yunani yaitu "photos" : Cahaya dan "Grafo" : Melukis/menulis.) adalah proses melukis/menulis dengan menggunakan media cahaya. Sebagai istilah umum, fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu obyek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai obyek tersebut pada media yang peka cahaya. Alat paling populer untuk menangkap cahaya ini adalah kamera. Tanpa cahaya, tidak ada foto yang bisa dibuat.

Prinsip fotografi adalah memokuskan cahaya dengan bantuan pembiasan sehingga mampu membakar medium penangkap cahaya. Medium yang telah dibakar dengan ukuran luminitas cahaya yang tepat akan menghailkan bayangan identik dengan cahaya yang memasuki medium pembiasan (selanjutnya disebut lensa).

Untuk menghasilkan intensitas cahaya yang tepat untuk menghasilkan gambar, digunakan bantuan alat ukur berupa lightmeter. Setelah mendapat ukuran pencahayaan yang tepat, seorang fotografer bisa mengatur intensitas cahaya tersebut dengan mengubah kombinasi ISO/ASA (ISO Speed), diafragma (Aperture), dan kecepatan rana (speed). Kombinasi antara ISO, Diafragma & Speed disebut sebagai pajanan (exposure).

Di era fotografi digital dimana film tidak digunakan, maka kecepat.

Langkah Awal Fotografer Pemula

1. Jangan tergesa-gesa membeli perangkat fotografi yang mahal

Kemungkinan untuk menghasilkan foto yang baik dengan menggunakan kamera yang murah seperti kamera saku sangat mungkin terjadi, jika tidak percaya lihat lah hasil-hasil foto berikut ini menggunakan kamera saku. Semakin banyak Sobat mengambil foto, maka kalian akan semakin mengerti tentang kebutuhan kamera ketika akan melakukan upgrade perangkat fotografi.

2. Pertimbangkan membeli Tripod

Tripod yang tidak terlalu mahal dan kokoh kiranya layak untuk dipertimbangkan, terutama jika Sobat memiliki kecenderungan tangan yang bergetar, kalian akan terkejut dan puas ketika melihat hasil jepretan dengan menggunakan Tripod. jika ingin foto lebih stabil lagi, kalian bisa menggunakan fitur timer atau shutter release ketika menggunakan Tripod.

3. Bawa kamera kalian kemanapun pergi

Peluang foto yang bagus sering kali datang ketika sobat tidak menyadari atau mengharapkannya, dan jika kalian bisa menyederhanakan perangkat kamera kalian, seperti membawa hanya tas kamera serta tripod maka bawalah perangkat tersebut kemana kalian pergi, dan tentunya kalian tidak akan menyesal ketika tiba-tiba mendapatkan peluang foto yang jarang sekali terjadi. Jika Sobat memiliki handphone yang memiliki fitur kamera, maka gunakan untuk mengambil gambar sebagai 'note' untuk pemandangan itu, dan sobat bisa kembali dengan membawa kamera yang sebenarnya.

4. Buatlah daftar foto yang ingin Sobat ambil

Jika sobat tidak bisa membawa serta kamera kalian, maka setidaknya tetaplah membawa buku saku dan selalu mencatat tempat-tempat yang sobat ingin kembali untuk memotret tempat tersebut. pastikan sobat mencatat setiap detil yang penting, seperti pencahayaan, sehingga sobat bisa kembali ketempat tersebut di waktu yang sama atau pada saat cuaca yang tepat. Jika sobat tidak ingin membawa buku saku, maka kalian bisa mengirimkan catatan via email lewat handphone,

5. Jangan mengabaikan subyek yang 'biasa' dalam fotografi

Sobat mungkin tidak melihat sesuatu yang menarik dan layak dipotret di kamar tamu atau halaman belakang, tetapi setidaknya cobalah melihat sekeliling dengan sudut pandang yang baru. Sobat mungkin bisa menemukan spektrum cahaya atau beberapa bunga liar di halaman belakang rumah kalian, seringkali sebuah obyek sederhana bisa menciptakan foto yang bagus.

6. Nikmatilah proses belajar fotografi

Hal yang paling menarik mempelajari sebuah hobi seperti fotografi, adalah tidak ada kata cukup dalam mempelajarinya. Sumber inspirasi banyak sekali bisa ditemukan disekeliling kalian. Lihatlah semua hal tersebut menggunakan mata seorang fotografer dan Sobat akan menemukan peluang foto yang tidak kalian sadari sebelumnya.

7. Manfaatkan Sumber online belajar fotografi gratis

Pelajari foto-foto yang dihasilkan oleh fotografer profesional melalui situs seperti flickr, atau website yang berbagi informasi tentang teknik fotografi seperti InFotografi, disana bisa kalian temukan inspirasi dan tips tentang dunia fotografi. Jika Sobat tertarik untuk belajar mengenai post-processing dan masih belum ada anggaran biaya untuk membeli software seperti Adobe Photoshop, cobalah gunakan software free seperti GIMP

8. Terus melakukan uji coba pada pengaturan kamera

Kamera saku yang Sobat miliki bisa jadi memiliki fitur yang jauh lebih fleksibel dari yang kalian ketahui sekarang. Bacalah buku petunjuk atau manual untuk bantuan mengartikan simbol-simbol yang ada dalam pengaturan kamera. Cobalah memotret satu subyek dengan menggunakan pengaturan yang berbeda, lihat dan pelajari serta  pilihlah hasil mana yang paling kalian sukai. Ketika me-review ulang foto-foto tersebut pada komputer, coba lihat EXIF data setiap foto untuk melihat kembali pengaturan kamera yang kalian gunakan saat memotret.

9. Pelajari aturan-aturan dasar

Seperti yang kita ketahui, banyak sekali informasi tentang dunia fotografi tersebar secara online di internet. Mulailah dengan beberapa artikel tentang komposisi. Terbukalah pada pendapat - pendapat dari fotografer yang lebih berpengalaman mengenai teknik fotografi yang mereka gunakan. Sobat tentunya harus mengetahui dan memahami aturan dasar sebelum melanggarnya bukan?

10. Memotretlah secara rutin

Cobalah memotret sesuatu setiap hari, jika Sobat tidak bisa melakukannya, maka pastikan kalian berlatih secara rutin sehingga Sobat tidak lupa apa yang telah kalian pelajari sebelumnya. Cara yang paling baik melakukan ini adalah memberikan pada diri sendiri sebuah tantangan fotografi setiap minggunya.

11. Jangan takut untuk bereksperimen

Jika Sobat menggunakan kamera digital, lakukan uji coba secara terus menerus dan kemungkinan besar kalian akan menemukan sesuatu yang sangat kalian sukai, dan tentunya kalian akan belajar banyak melalui proses belajar ini.
an film yang semula digunakan berkembang menjadi Digital ISO.

sumber :  http://www.infotografi.com/2012/09/langkah-awal-bagi-fotografer-pemula.html dan http://id.wikipedia.org/wiki/Fotografi


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Tipografi

gan saya akan menjelaskan tentang tipografi? ada yang sudah tipografi itu apa? kalo belum pada sebaiknya kita liiat berikut ini :


Tipografi

Tipografi atau tatahuruf merupakan suatu ilmu dalam memilih dan menata huruf dengan pengaturan penyebarannya pada ruang-ruang yang tersedia, untuk menciptakan kesan tertentu, sehingga dapat menolong pembaca untuk mendapatkan kenyamanan membaca semaksimal mungkin.
Dikenal pula seni tipografi, yaitu karya atau desain yang menggunakan pengaturan huruf sebagai elemen utama. Dalam seni tipografi, pengertian huruf sebagai lambang bunyi bisa diabaikan.
Sejarah Tipografi
Sejarah perkembangan tipografi dimulai dari penggunaan pictograph. Bentuk bahasa ini antara lain dipergunakan oleh bangsa Viking Norwegia dan Indian Sioux. Di Mesir berkembang jenis huruf Hieratia, yang terkenal dengan nama Hieroglif pada sekitar abad 1300 SM. Bentuk tipografi ini merupakan akar dari bentuk Demotia, yang mulai ditulis dengan menggunakan pena khusus.
Bentuk tipografi tersebut akhirnya berkembang sampai di Kreta, lalu menjalar ke Yunani dan akhirnya menyebar keseluruh Eropa.
Puncak perkembangan tipografi, terjadi kurang lebih pada abad 8 SM di Roma saat orang Romawi mulai membentuk kekuasaannya. Karena bangsa Romawi tidak memiliki sistem tulisan sendiri, mereka mempelajari sistem tulisan Etruska yang merupakan penduduk asli Italia serta menyempurnakannya sehingga terbentuk huruf-huruf Romawi.
Saat ini tipografi mengalami perkembangan dari fase penciptaan dengan tangan hingga mengalami komputerisasi. Fase komputerisasi membuat penggunaan tipografi menjadi lebih mudah dan dalam waktu yang lebih cepat dengan jenis pilihan huruf yang ratusan jumlahnya.

Klasifikasi Rupa huruf

Dalam beberapa literatur tipografi, rupa huruf dapat di golongankan dalam beberapa klasifikasi, yang berguna untuk mempermudah mengidentifikasi rupa huruf tersebut. Berdasarkan klasifikasi yang umum dan sering dipakai, klasifikasi berdasarkan timeline sejarahnya dan fungsinya, rupa huruf digolongkan menjadi:
  • Blackletter / Old English / Textura, berdasarkan tulisan tangan (script) yang populer pada abad pertengahan (sekitar abad 17) di Jerman (gaya gothic) dan Irlandia (gaya Celtic).
  • Humanis / Venetian, berdasarkan tulisan tangan (script) gaya romawi di Italia. Disebut humanis karena goresannya seperti tulisan tangan manusia.
  • Old Style, Rupa huruf serif yang sudah berupa metal type, gaya ini sempat mendominasi industri percetakan selama 200 tahun.
  • Transitional, Rupa huruf serif, muncul pertama kali sekitar tahun 1692 oleh Philip Grandjean, diberi nama Roman du Roi atau "rupa huruf raja", karena dibuat atas perintah Raja Louis XIV.
  • Modern / Didone, Rupa huruf serif, muncul sekitar akhir abad 17, menjelang jaman Modern.
  • Slab serif / Egytian Rupa huruf serif, muncul sekitar abad 19, kadang disebut Egytian karena bentuknya yang mirip dengan gaya seni dan arsitektur Mesir kuno
  • Sans-serif / Rupa huruf tanpa kait
    • Grotesque Sans-serif, muncul sebelum abad 20.
    • Geometris Sans-serif, bentuk rupa hurufnya berdasarkan bentuk-bentuk geometris, seperti lingkaran segi empat dan segitiga.
    • Humanis Sans-serif, bentuk rupa hurufnya seperti tulisan tangan manusia.
  • Display / dekoratif, muncul sekitar abad 19, untuk menjawab kebutuhan di dunia periklanan. Cirinya adalah ukuranya yang besar.
  • Script dan cursive, bentuknya menyerupai handwriting - tulisan tangan manusia. Script, hurufnya kecil-kecil dan saling menyambung, sedangkan Cursive tidak.
Selain itu ada juga klasifikasi yang berdasarkan bentuk rupa hurufnya:

  • Roman, pada awalnya adalah kumpulan huruf kapital seperti yang biasa ditemui di pilar dan prasasti Romawi, namun kemudian definisinya berkembang menjadi seluruh huruf yang mempunyai ciri tegak dan didominasi garis lurus kaku. 
  • Serif, dengan ciri memiliki siripan di ujungnya. Selain membantu keterbacaan, siripan juga memudahkan saat huruf diukir ke batu. 
  • Egyptian, atau populer dengan sebutan slab serif. Cirinya adalah kaki/sirip/serif yang berbentuk persegi seperti papan dengan ketebalan yang sama atau hampir sama. Kesan yang ditimbulkan adalah kokoh, kuat, kekar dan stabil.

  • Sans Serif, dengan ciri tanpa sirip/serif, dan memiliki ketebalan huruf yang sama atau hampir sama. Kesan yang ditimbulkan oleh huruf jenis ini adalah modern, kontemporer dan efisien.
  • Script, merupakan goresan tangan yang dikerjakan dengan pena, kuas atau pensil tajam dan biasanya miring ke kanan. Kesan yang ditimbulkannya adalah sifast pribadi dan akrab.
  • Miscellaneous, merupakan pengembangan dari bentuk-bentuk yang sudah ada. Ditambah hiasan dan ornamen, atau garis-garis dekoratif. Kesan yang dimiliki adalah dekoratif dan ornamental.
    Kejelasan bentuk huruf (legibility) adalah tingkat kemudahan mata mengenali suatu karakter / rupa huruf / tulisan tanpa harus bersusah payah. Hal ini bisa ditentukan oleh:
  • Kerumitan desain huruf, seperti penggunaan siripan, kontras goresan, dan sebagainya.
  • Penggunaan warna
  • Frekuensi pengamat menemui huruf tersebut dalam kehidupan sehari-hari



    Kejelasan bentuk huruf dan Keterbacaan

Keterbacaan (readability) adalah tingkat kenyamanan / kemudahan suatu susunan huruf saat dibaca, yang dipengaruhi oleh:
  1. Jenis huruf
  2. Ukuran
  3. Pengaturan, termasuk di dalamnya alur, spasi, kerning, perataan, dan sebagainya
  4. Kontras warna terhadap latar belakang

     sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Tipografi  

 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS